Sabtu, 11 Desember 2021

Nama : Septy Meliza Nim : 2114401016 Prodi : DIII Keperawatan Tanjung Karang T1 R1 Mata Kuliah : Konsep Dasar Keperawatan

 1.Relaksasi Progresif terhadap Intensitas Nyeri Pasca Operasi BPH (Benigna Prostat Hyperplasia)

Relaksasi merupakan salah satu terapi perilaku kognitif pada intervensi nonfarmakologi yang dapat mengubah persepsi pasien tentang nyeri, mengubah perilaku nyeri dan memberi pasian rasa pengendalian yang lebih besar terhadap nyeri. Relaksasi progresif meliputi kombinasi latihan pernafasan yang terkontrol dan rangkaian kontraksi serta relaksasi kelompok otot. Reaksi individu terhadap nyeri dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, lingkungan, kecemasan, keletihan dan lain-lain, dimana faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan atau menurunkan toleransi terhadap nyeri.

Hasil penelitian yang menunjukan perbedaan antara  nilai rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan terapi relaksasi progresif adalah 5,20 dengan standar deviasi 0,834 yang menunjukan nyeri sedang, setelah diberikan terapi relaksasi progresif adalah 3,60 dengan standar deviasi 0,681 yang termasuk nyeri ringan. Selisih perbedaan antara skala intensitas nyeri sebelum dan setelah adalah 0,253. Sedangkan hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,000 (-value 0,000< 0,05), ini menunjukan terdapat perbedaan antara rata-rata skala intensitas nyeri pasca operasi BPH (Benigna Prostat Hyperplasia) sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi progresif.


2.Perbedaan Mual dan Muntah Ibu Hamil Trimester 1 yang Diberikan Ekstrak Jahe dan Ekstrak Daun Mint

Jahe dan daun mint dapat menjadi terapi mengurangi mual muntah derajat ringan pada ibu hamil trimester 1dan merupakan alternative terapi pencegahan hyperemesis gravidarum. Jahe  memiliki kandungan minyak atsiri yang memberikan efek menyegarkan dan menghalangi reflek muntah serta kandungan gingerol yang dapat membangkitkan darah agar dapat bekerja dengan baik. Daun mint memiliki efek anestesia yang berguna untuk mengatasi kram perut, mampu mengatasi perut kembung dan menghilangkan rasa mual. Hal ini karena daun mint mencegah terjadinya pembentukan gas didalam perut. Daun mint memiliki kandungan menthol yang berguna untuk membantu mempelancar gangguan pencernaan, serta kandungan antispasmodic berkhasiat untuk mengatasi  rasa sakit pada otot polos sauran pencernaan. 

Dari hasil penelitian terdapat perbedaan signifikan antara pengukuran nilai mual muntah sebelum dan setelah pemberian ekstrak jahe dan daun mint, sedangkan tidak terdapat perbedaan rerata mual muntah ibu hamil trimester I yang mendapat ekstrak jahe dan daun mint. Tidak ada pengaruh umur, pekerjaan terhadap mual muntah ibu hamil trimester 1.

3.Efektivitas Penerapan Interprofesional Education-Colaborative Practice (IPE-CP) Tentang Gizi Seimbang terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil

Gizi ibu hamil adalah nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang banyak untuk pemenuhan gizi ibu dan perkembangan janin yang dikandungannya. Kekurangan gizi pada ibu hamil mempunyai resiko kematian ibu mendadak pada masa perinatal atau resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, kondisi tersebut berdampak pada kematian ibu akibat pendarah, sehingga akan meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Langkah yang dapat mengatasi masalah gizi ibu hamil adalah dengan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang. Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip aktivitas tubuh, perilaku hidup bersih sdan berat badan secara teratur untuk mencegah masalah gizi. Edukasi tentang gizi seimbang dengan penerapan Interprofesional Education Collaborative Practice (IPE-CP) sangat berpengaruh dalam  meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam menerapkan pola gizi seimbang dalam berperilaku sehari-hari selama kehamilan. 


4.Media Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini

Media pembelajaran pendidikan anak usia dini adalah hal yang dapat digunakan sebagai penyalur pesan dari pengirim ke penerima untuk membangkitkan pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian anak sehingga proses belajar terjadi. Media pembelajaran pendidikan anak usia dini sangatlah penting untuk mendukung minat belajar anak, karena media dapat membangkitkan keinginan anak untuk belajar serta anak dapat termotivasi untuk belajar menggunakan media. Media yang digunakan anak juga bervariasi, misalnya buku bergambar, papan berhitung, buku cerita dan lain-lain.


5.Faktor Penentu Gagal Tumbuh pada Balita (Stunting)

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek  dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Penyebab kekurangan gizi dalam waktu lama sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak adalah karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral dan buruknya keragaman pangan san sumber protein hewani.faktor yang menyebabkan stunting adalah pola asuh ibu yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak, terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi. Selain itu, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak. Cara mencegah stunting adalah memperbanyak makan makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur sejak dalam kandungan, kecukupan gizi remaja agar ketika dewasa tidak kekurangan gizi serta butuh perhatian pada lingkungan untuk menciptakan akses sanitasi dan air bersih.

6.Latihan Slow Deep Breathing dan Aromaterapi Lavender terhadap Intensitas Nyeri pada Klien Post Seksio Sesaria

Latihan slow deep breathing adalah relaksasi dengan tehnik latihan pernapasan yang dilakukan relaksasi pernapasan terhadap intensitas nyeri dapat menurunkan aktivitas tubuh atau relaksasi sehingga dapat menurunkan aktivitas metabolik. Sedangkan aromaterapi lavender adalah suatu metode yang menggunakan minyak atsiri untuk miningkatkan kesehatan fisik dan mempengaruhi kesehatan emosi seseorang. Penurunan intensitas nyeri yang signifikan setelah dilakukan aromaterapi lavender. Hal ini ketika menghirup aromaterapi lavender akan merasakan ketenangan, karena aromanya yang harum dan segar serta bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri dan memberikan efek relaksasi.


7.Faktor Dominan Perilaku Berisiko terhadap Melahirkan Usia Anak 

Adanya hubungan pengetahuan, sikap, status ekonomi, seksual pra nikah, lingkungan fisik, kepercayaan, adat istiadat terhadap perilaku melahirkan usia anak. Tidak ada hubungan peran petugas kesehatan, peran orang tua terhadap perilaku melahirkan usia anak. Cara mencegah terjadinya perilaku melahirkan usia anak WHO telah mengeluarkan peraturan untuk melarang terjadinya pernikahan pada usia <18 tahun dan meningkatkan edukasi dan pemerdayaan perempuan.


Daftar Pustaka :

1.Aprina Aprina, Noven Ilham Yowanda, Sunarsih Sunarsih, Jurnal Kesehatan 8 (2),289-295,2017, Relaksasi Progresif terhadap Intensitas Nyeri Pasca Operasi BPH (Benigna Prostat Hyperplasia), https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=71Di46EAAAAJ&citation_for_view=71Di46EAAAAJ:WF5omc3nYNoC, diakses pada 11 Desember 2021 pukul 22.00 wib


2.Aprina, A Anita, R Aryani, Jurnal Kesehatan 9 (2),253-261,2018, Perbedaan Mual dan Muntah Ibu Hamil Trimester 1 yang Diberikan Ekstrak Jahe dan Ekstrak Daun Mint, https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=71Di46EAAAAJ&citation_for_view=71Di46EAAAAJ:roLk4NBRz8UC, diakses pada 11 Desember 2021 pukul 22.00 wib


3.Sudarmi Sudarmi, Bertalina Bertalina, Aprina Aprina, Jurnal Gizi Aceh 5 (1),71-79,2020, Efektivitas Penerapan Interprofesional Education-Colaborative Practice (IPE-CP) Tentang Gizi Seimbang terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil, https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=71Di46EAAAAJ&citation_for_view=71Di46EAAAAJ:dhFuZR0502QC, diakses pada 11 Desember 2021 pukul 22.00 wib


4.Opan Arifudin, Eka Setiawati, Dewi Nur Chasanah, Novita Maulidya Jalal, Minhatul Ma'arif, Reni Suwenti, Yenni Yenni, Dewi Puspitasari, Aprina Aprina, Heny Kristiana Rahmawati, Azwar Rahmat, Ni Wayan Risna Dewi, Widina Bhakti Persada Bandung,2021, Media Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=71Di46EAAAAJ&citation_for_view=71Di46EAAAAJ:HDshCWvjkbEC, diakses pada 11 Desember 2021 pukul 22.00 wib


5.A Aprina, E Erwandi,Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 6 (3), 409-418,2021,Faktor Penentu Gagal Tumbuh pada Balita (Stunting),https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=71Di46EAAAAJ&citation_for_view=71Di46EAAAAJ:TQgYirikUcIC, diakses pada 11 Desember 2021 pukul 22.00 wib


6.A Aprina, R Hartika, S Sunarsih, Jurnal Kesehatan 9 (2), 272-279,2018, Latihan Slow Deep Breathing dan Aromaterapi Lavender terhadap Intensitas Nyeri pada Klien Post Seksio Sesaria, https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=71Di46EAAAAJ&citation_for_view=71Di46EAAAAJ:LkGwnXOMwfcC , diakses pada 11 Desember 2021 pukul 22.00 wib


7.A Aprina, T Astuti, Jurnal Kesehatan 11(3),429-441,2020, Faktor Dominan Perilaku Berisiko terhadap Melahirkan Usia Anak, https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=71Di46EAAAAJ&citation_for_view=71Di46EAAAAJ:7PzlFSSx8tAC, diakses pada 11 Desember 2021 pukul 22.00 wib